Oleh Akar Foundation

Dalam dunia di mana sumberdaya alam semakin langkah, biaya sosial dari polusi dan perubahan iklim semakin meningkat, dan ekosistem yang mendukung kehidupan terancam, keberlanjutan kesejahteraan manusia secara fundamental ikut terancam. Karena ekonomi dan lingkungan bukan dua hal yang diametrikal. Yang diperlukan untuk menjembatani keduanya adalah mencari ”the right kind of growth”, yakni selain memenuhi pertumbuhan ekonomi, juga mampu memelihara lingkungan bahkan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dari sumber daya alam dan lingkungan tanpa merusaknya.

Akar Foundation sebagai elemen masyarakat madani (NGO’s) dalam rangka mereduksi persoalan tersebut menawarkankonsep, pendekatan dan strategi pertumbuhan ekonomi hijau yang secara bersamaan mencari solusi untuk mengurangi kemiskinan, inklusi sosial, kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi, Sehingga tersusunlah sebuah dokumen awal (initial draft) Konsep Pembangunan Ekonomi Hijau di Bengkulu yang kemudian menjadi bahan/materi dalam Dialog Publik yang mengundang parapihak dan dengan berbagai perspektif.

Rabu, 23/10/2019. Bertempat di Ruang Rapat III Rektorat Universitas Bengkulu. Dalam pemaparannya sebagai keynote speech di Dialog Publik yang dilaksanakan oleh Akar Foundation dan didukung oleh Koalisi Keadilan Tenure tentang Pembangunan Berwawasan Lingkungan Hidup (Green Economy) untuk Pembangunan Bengkulu yang Berkelanjutan. “Green economy bisa menjadi konsep bagi pembangunan di Bengkulu,” Untuk itu kata Rohidin Mersyah, sebagai Kepala Daerah kami menyampaikan apresiasi kepada Akar Foundation yang telah memfasilitasi dialog penting ini dan telah menyusun konsep pembangunan berkelanjutan atau kita sebut sebagai ekonomi hijau.http://www.akar.or.id/?p=2564